Mahasiswa UNS Membuat Inovasi Baru Menciptakan Robot Pencari Korban Bencana


[I0119063] [Fahreza Akbar Briliansyah] Penulis Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret UNS


A. Latar Belakang

Di zaman ini, teknologi sudah sangat masif berkembang memenuhi segala macam aspek kehidupan manusia . Adanya teknologi benar-benar sangat efektif membantu segala macam pekerjaan manusia. Salah satu yang terus dikembangkan adalah robotika. Robotika adalah satu cabang teknologi yang berhubungan dengan konstruksi elektronik, operasi, disposisi struktural, pembuatan, dan aplikasi dari robot. 

Robotika terkait dengan ilmu pengetahuan bidang elektronikamesinmekanika, dan perangkat lunak komputer. Teknologi robotika adalah salah satu teknologi yang sedang naik daun dan digandrungi masyarakat dengan berbagai latar belakang sebagai salah satu inovasi yang mempermudah suatu pekerjaan. Teknologi robotika tidak hanya digiunakan dalam bidang industri maupun digital tapi juga dalam bidang penanganan bencana alam.


B. Tujuan Artikel 

Tujuan artikel ilmiah ini adalah untuk mengiformasikan kepada pembaca mengenai teknologi robotika di bidang penanganan bencana alam yang dikembangkan oleh mahasiswa teknik elektro universitas sebelas maret. Teknologi robot pencari korban bencana ini bisa digunakan untuk menjangkau zona yang tidak terjangkau manusia. Misalnya untuk menjangkau gunung berapi yang masih aktif, zona yang terkena kebakaran hutan, dan zona yang terpapar radioaktif. Selain bertugas mencari korban, robot tersebut juga disertai dengan first aid kit yang bisa dipakai untuk pertolongan pertama untuk korban.


C. Pembahasan

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Elektro Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menciptakan prototipe robot untuk mencari keberadaan korban ketika ada bencana. Alat yang diciptakan oleh Nada Syadza Azizah, Syaifullah Filard Latifah, dan Taufik Widyastama diberi nama Rescue Unmounted Ground Vehicle (UGV).

Pembuatan prototipe robot ini dimulai pada bulan Oktober 2019 yang lalu. Menurut Syaifullah, bencana bisa sewaktu waktu datang. Dan dari situ lah latar belakang mereka memiliki ide untuk membuat alat pendeteksi atau pencari korban bencana. Apalagi selama ini kita terkadang terkendala untuk mendeteksi keberadaan korban, baik tempat evakuasi yang sulit dijangkau manusia, maupun keterbatasan tim pengevakuasi.

Robot Rescue UGV didukung berbagai teknologi, seperti kamera infra merah dan jaringan internet. Sedangkan untuk menghubungkannya dengan laptop, sementara masih menggunakan Wi-Fi dari telepon seluler atau router. Selain itu cara kerja robot pencari korban bencana ini adalah mendeteksi warna dan suhu tubuh manusia dengan menggunakan sinar infra merah.


"Manusia akan terlihat berwarna merah kuning saat dideteksi menggunakan infra merah. Kemudian robot ini dikendalikan dengan jaringan internet. Scan pakai kamera infra merah yang bisa melihat suhu tubuh sehingga bisa diketahui itu manusia apa bukan, masih hidup atau sudah meninggal," kata Syaifullah.

Karena masih dalam tahapan prototipe, roda robot tersebut didesain seperti tank dan prototipe ini masih berukuran kecil. Nantinya, robot akan dibuat lebih panjang agar lebih stabil ketika melintas medan sulit, seperti saat tanah longsor atau di jurang. Jangkauannya juga hanya 10 meter karena masih menggunakan pemancar Wi-Fi atau router.

Nantinya akan ada penyempurnaan teknologi pada robot ini, agar memaksimalkan kerja robot ini di medan bencana.
“Kedepan, robot akan dirancang supaya bisa digunakan berkomunikasi dua arah. Saat ini, robot baru bisa mentransmisikan suara dari lapangan,” ujar Taufik. Humas UNS.

D. Kesimpulan

Mahasiswa pembuat robot pencari korban bencana alam ini berencana mengembangkan robot Rescue UGV agar kemampuannya bisa semakin bertambah. Kedepannya, mereka akan memakai pemancar portabel agar bisa digunakan seluas luasnya. Robot Rescue UGV juga akan dibuat lebih panjang agar lebih stabil ketika melintasi medan sulit, seperti saat berada di tanah longsor atau di jurang.

Seperti yang diujarkan oleh Taufik, saat ini robot baru bisa mentransmisikan suara dari lapangan. Dalam pengembangannya, Rescue UGV juga akan dirancang supaya bisa digunakan berkomunikasi dua arah.Dengan adanya robot Rescue UGV ini, tim penyelamat menjadi lebih mudah dalam mencari dan mengevakuasi korban di segala medan bencana alam.

Komentar